“puasa” vs motor
Tadi sore, saya sempat emosi -_-a
Ceritanya saya sedang menyebrang jalan dan saat itu jalan lagi kosong. Dari kejauhan ada motor yang melaju kencang sehingga saya harus memperhatikan motor itu memelankan motornya untuk memastikan bahwa saya aman menyebrang. Tapi ternyata motor itu tidak menurunkan kecepatannya sehingga saya harus berhenti padahal saya sudah di tengah jalan. Hal ini sudah terjadi kerap kali dan mungkin ini jadi puncaknya. Saya pun mengerakan tangan saya sehingga seakan-akan terlihat mengenai motor tersebut. Motor yang melaju kencang itupun berhenti seketika *sampai ada bunyi ban ngerem, kaya di film hehe* dan pengendaranya mendatangi saya dan mendorong-dorong saya.
Untungnya pengendaranya ga berotot kaya tukang kuli, jadi saya masih bisa tahan saya dorongannya tanpa melakukan perlawanan. Entah apa yang diucapkannya tapi apa yang dikatakannya ga masuk akal *atau saya yang sedang emosi jadi semua ucapannya ga masuk akal*. Intinya sih dia bilang apa yang saya lakukan tadi *ngapain mukul2?!*. saya sih cuma bilang “kena ga??”. Ketika saya bilang “mas ga liat saya lagi nyebrang”, dia jawab “saya kan masih jauh!”, sayapun berfikir kalo jauh tapi kenceng seperti itu ya saya modhar-lah..
Sampai suatu ketika saya sadar dan beristigfar atas kesalahan (sangat) kecil saya. Bukan waktunya saya emosi apa lagi diwaktu pengujung berbuka. Bukan berarti kalau tidak berpuasa saya tidak emosi *malah aneh kalau ada keadaan seperti itu ga emosi* tapi kita telah diberikan kesempatan untuk menahan nafsu kita dan sayang sekali kalau disia-siakan. Entah kenapa dia akhirnya pergi *mungkin dia buru2 mau buka bareng siapaa gitu*.
Ya sudahlah, lain kali saya harus berfikir2 dulu sebelum bertindak (atau ditabrak).